Senin, 12 Oktober 2020

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)


Ujian Nasional dihapus akan diganti menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter mulai 2021. Bagaimana formatnya nanti?

Ujian Nasional sering menjadi momok yang menakutkan bagi banyak pihak yang terkait pendidikan.

Siswa stress belajar keras, orangtua stress ingin anaknya mendapat nilai tinggi, sekolah juga sibuk mempersiapkan para siswanya agar bisa mendapatkan nilai bagus.

Apalagi tahun lalu, nilai UN ini bisa menjadi senjata bagi orangtua untuk mendapatkan sekolah bagus, meski persentasenya tidak besar dalam sistem zonasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memutuskan untuk menghapus Ujian Nasional (UN) tahun 2021. Nantinya, UN akan diganti dengan konsep Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Menurutnya, konsep ini merupakan penyederhanaan dari UN yang begitu kompleks.

Maka, banyak yang menyambut positif berakhirnya Ujian Nasional (UN) di tahun 2020 ini.
Pengumuman soal penggantian ujian nasional ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat Rapat Koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia. Nadiem memastikan tolok ukur bagi para siswa harus tetap ada tapi hal yang diukur akan diubah.

Lalu, apa itu Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter? Berikut penjelasannya:

"Asesmen kompetensi minimum adalah kompetensi yang benar-benar minimum di mana kita bisa memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimum. Apa itu materinya. Materinya yang bagian kognitifnya hanya dua. Satu adalah literasi dan yang kedua adalah numerasi," papar Nadiem di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).


Kemdikbud Contoh Soal AKM Numerasi Level Pemahaman Konsep

Namun sejatinya, UN tidak dihapus, melainkan digantikan oleh Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter.

AKM merupakan salah satu gebrakan yang dilakukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melalui program Merdeka Belajar.

"Tahun 2021 UN akan diganti menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter," ujar Nadiem saat memaparkan program Merdeka Belajar di Hotel Bidakara,Jakarta, akhir tahun lalu.

Menurut Nadiem, AKM dapat menjadi penilaian yang lebih komprehensif untuk mengukur kemampuan minimal siswa.

Nantinya, AKM akan berisi materi yang meliputi tes kemampuan literasi, numerasi dan pendidikan karakter.

Hal tersebut ditegaskan kembali oleh Plt Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Perbukuan Totok Suprayitno.

Menurut Totok, soal AKM akan sangat berbeda dengan soal UN sehingga siswa maupun guru perlu lebih menyiapkan diri.

Kemdikbud Contoh Soal AKM Numerasi Level Aplikasi Konsep

"Di UN jarang dikenal soal [AKM] ini. Jadi kira-kira, soal AKM yang berbeda dengan UN lebih kepada pemahaman," terang Totok dalam Bincang Sore Kemendikbud, di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Totok menjelaskan, soal numerasi pada AKM bukan lagi soal matematika yang identik dengan angka-angka dan rumus.

Melainkan bagaimana menyelesaikan persoalan dengan nalar matematika.

"Misalnya persoalan kapan sampah itu bisa terurai agar tidak mencemari lingkungan."

"Kehidupan sehari-hari akan kita angkat dalam soal supaya anak juga kenal dengan persoalan hidup sekaligus bisa menjawab soal ujian," kata Totok.

Soal-soal AKM yang diberikan oleh Kemendikbud melalu laman Youtube pun menuai beragam komentar dari masyarakat.

Kemdikbud Contoh Soal AKM Literasi Membaca Level Mengevaluasi dan Merefleksi Teks

"Gua Teknisi UNBK tingkat SMP, udah liat contoh soal Asesment, mantap banget. Bener-bener menuntut siswa-siswi tuk cermat membaca dan memahami kasus. Outputnya bisa melihat kemampuan anak dalam menyelesaikan suatu masalah dan dapat merangsang kreatifitas..TOP dukung banget. Selamat tinggal hitung kancing baju :D," tulis Fitria Dudi Aprillianto.

Contoh soal Numerasi yang disajikan Kemendikbud terbagi atas beberapa level, yakni level Pemahaman Konsep, level Aplikasi Konsep dan level Penalaran Konsep.

Sedangkan literasi terbagi atas level Mencari Informasi dalam Teks, level Memahami Teks, dan level Mengevaluasi dan Merefleksi Teks.

0 Tanggapan di “Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)”

Posting Komentar