Jumat, 20 Januari 2012
Tabel periodik ini dibuat untuk menentukan sifat-sifat unsur yang ada di alam ini. Pada masing-masing unsur meliputi: lambang unsur, nomor atom, massa atom atau isotop yang paling stabil, serta golongan dan nomor periode dalam tabel periodik.
Ditemukan oleh: Dmitri Mendeleev ( bahasa Rusia: Dmitriy Ivanovich Mendeleyev) (1834-1907) ialah seorang ahli kimia dari Kekaisaaran Rusia yang menciptakan tabel periodik berdasarkan peningkatan bilangan atom. Bilangan ini menunjukkan jumlah proton yang terdapat dalam inti atom. Jumlah proton sama dengan jumlah elektron yang mengelilingi atom bebas.
Ia menemukannya sewaktu menyiapkan sebuah buku pelajaran untuk mahasiswanya . Ia menemukan bahwa jika ia menata unsur-unsur menurut kenaikan massa atom, unsur dengan sifat yang mirip akan muncul dengan selang yang berskala. Ia berhasil menyajikan hasil kerjanya pada Himpunan Kimia Rusia di awal 1869.
UNSUR
Definisi : Unsur adalah zat murni tunggal yang membentuk menyusun suatu materi… Di alam terdapat ratusan unsur yang telah ditemukan oleh para ilmuan yang terbagi dan tertata rapih dalam susunan tabel sistem periodik unsur Pada table periodik, Kalo arahnya vertical tu menunjukan suatu golongan dan Kalo arahnya horizontal itu menunjukan suatu periode Demi pemahaman lebih lanjut smua unsur dalam table periodic harus smuanya hafal!! Tapi yang paling penting untuk aplikasi kedepan... harus hafal dulu aja unsur-unsur golongan utama, yaitu golongan IA - VIIIA …
Tapi jangan khawatir dulu, karena ada teknik menghafal yang namanya ‘Jembatan Keledai’. Yakni suatu cara untuk mengingat atau menghafalkan sesuatu. Jembatan keledai dibuat dengan menambahkan kata atau suku kata pada susunan kata yang ingin dihafal sehingga terbentuk kalimat yang unik dan mudah diingat. Jembatan keledai dapat digunakan untuk mengingat daftar yang panjang dan sulit diingat jika hanya mengandalkan ingatan alami.
Contohnya adalah kalimat Haji Lina Kemarin Rabu Contes Frawan. Jika dicermati itu sebenarnya adalah versi jembatan keledai dari urutan unsur-unsur Hidrogen, Litium, Kalium, dan sebagainya (unsur kimia golongan IA) dalam tabel periodik, yang bisa juga dibuat menjadi HeLiNa Karo Robi Cs Fren. Ada banyak contoh lain untuk mengingat unsur-unsur kimia dalam satu golongan di sistem periodik, seperti Cumi Hangus Agak Pait Au (Cu Hg Ag Pt Au), Be Mangga Calik Sareng BaRa atau Besok Minggu Camat Suruh Bawa Radio atau Bemo Mogok Cari Sri Bawa Rantang (Be Mg Ca Sr Ba Ra). Orang Semarang Seneng Telur Polong, Heboh Negara Arab Krn Xerangan Rini (HeNeAr KriXeRan), Fuji Color Berwarna Item Amat (F Cl Br I At).
Meski tidak sepenuhnya benar, namun di masyarakat, seseorang dianggap ahli ketika mampu menghafal sesuatu. Apoteker misalnya dianggap mesti hafal semua merek obat yang beredar dan kandungannya.
Nah dengan teknik belajar Jembatan Keledai ini, menghafal dapat dilakukan lebih mudah dan efektif. Dibawah ini ada beberapa istilah jembatan keledai.
Contohnya adalah kalimat Haji Lina Kemarin Rabu Contes Frawan. Jika dicermati itu sebenarnya adalah versi jembatan keledai dari urutan unsur-unsur Hidrogen, Litium, Kalium, dan sebagainya (unsur kimia golongan IA) dalam tabel periodik, yang bisa juga dibuat menjadi HeLiNa Karo Robi Cs Fren. Ada banyak contoh lain untuk mengingat unsur-unsur kimia dalam satu golongan di sistem periodik, seperti Cumi Hangus Agak Pait Au (Cu Hg Ag Pt Au), Be Mangga Calik Sareng BaRa atau Besok Minggu Camat Suruh Bawa Radio atau Bemo Mogok Cari Sri Bawa Rantang (Be Mg Ca Sr Ba Ra). Orang Semarang Seneng Telur Polong, Heboh Negara Arab Krn Xerangan Rini (HeNeAr KriXeRan), Fuji Color Berwarna Item Amat (F Cl Br I At).
IA : disebut juga golongan alkali.
H Li Na K Rb Cs Fr (hah…lina kaget, Robi Cs frustasi)
IIA : disebut juga golongan alkali tanah
Be Mg Ca SR Ba Ra (beuh….minggu ni cakka siaran bareng radio)
IIIA : disebut juga golongan boron
B Al Ga In Tl (bagas al irshadi ganteng In Tlek …) .. maksa banget!
IV A: disebut juga golongan karbon
C Si Ge Sn Pb (cewe sini genit sneng playboy)
VA : disebut golongan Nitrogen N P As Sb Bi (neng popi asik sambung bibir) hahahha….
VIA : disebut juga golongan oksigen
O S Se Te Po (orang sinting selalu tembak polisi)
VII A : di sebut juga golongan Halogen
F Cl Br I At (fei calon brilian Intan At) .. kiriman kak Vei
VIIIA : di sebut juga golongan gas mulia
He Ne Ar Kr Xe Rn ( heboh negeri amerika karena serangan ranjau) Hahaha..
Jembatan Keledai Lainnya:
1. Unsur golongan 1A (Alkali)
1. H
2. Li
3. Na
4. K
5. Rb
6. Cs
7. Fr
Jembatan Keledai :
• Hai LiNa Kau Rebut Calon Suami Fransiska
• Hari Libur Nanti Kita Rbut Celana Si Feri
• Haji Lina Kawan Rubi Cs frans
• Hiiii... Lina Kok RaiB! Calon Suaminya FRustasi!
• Haji Lina Naik Kuda Rebutan Ciuman sama Frans
• Hai Lina Kau Rebut Cinta Suci Fredy
• Halina Karo Robi Cs-se Francis
• HaLiNa Kawin Rubi Cs Frustasi
• Bayangin Lina raib diculik alien, calon suaminya (CS) frustasi!
• Bayangin Lina raib melarikan diri karena dipaksa kawin, calon suaminya (CS, datuk meringkih) frustasi!
2. Unsur Golongan 2A (Alkali Tanah)
1. Be
2. Mg
3. Ca
4. Sr
5. Ba
6. Ra
Jembatan Keledai :3. Unsur Golongan 3A (Baron/Aluminium)
• Beli Mangga Casih Sribu Balik Ratusan
• Bemo Mogok Cari Sero Bawa Randa
• Beri Mangan Cari Sri Baginda Raja
• Bebek Mangan Cacing Seret Banget Rasane
• Bebek Mangan Cacing kesrempet Ban Radial
• Beli Mangga Campur Sirsak Bagi Rata.
• Bebek Ma(k)an Cacing Seret Banget Rasanya
1. B
2. Al4. Unsur Golongan 4 A (Carbon)
3. Ga
4. In
5. Tl
Jembatan Keledai :
• Butet Adalah Gadis Indonesia Tulen
• Balga Intel!
• Bu Ali Ga Intelek
• Bolly Gally Indie? Taali Taali Taaaalihe
1. C5. Unsur Golongan 5A (Nitrogen)
2. Si
3. Ge
4. Sn
5. Pb
Jembatan Keledai :
• Cewek Si Gendut Sedang Puber
• Cewek Si Gendut Seneng Plembungan (plembungan : balon)
• Cah Sing Gendut Seneng Plembungan (plembungan : balon, gembung)
1. N6. Unsur Golongan 6A (Khalkogen)
2. P
3. As
4. Sb
5. Bi
Jembatan Keledai :
• Nenek Pacaran Asyik Sabet Bibir
• Nona Parni Asyik Sibut Bisnis
1. O
2. S7. Unsur Golongan 7A (Halogen)
3. Se
4. Te
5. Po
Jembatan Keledai :
• Orang Sinting Senang Telanjang Polos
• OS! Se To Po!
• Oh, Sayaaang, sss-sss-SeToP!
• Orang Sulawesi SEnang TEmbak POlisi
1. F
2. Cl8. Unsur Golongan 8A
3. Br
4. I
5. At
Jembatan Keledai
• Fire Club Baru Ingin Atraksi
• Feri Ceulina Borok Ih Ateul
• Flour Clour BrI Astatin
• Fuiiiwwwiiit, Color Biru Itu Antik, euy!
1. He
2. NeSelamat menghapal, moga sukses...
3. Ar
4. Kr
5. Xe
6. Rn
Jembatan Keledai :
• Helen Nenek Arnold Kurus Xeperti Ranting
• Heebat, Negara Arab Keren, SeXe Ratunya
• Heboh Negara Argentina Karena Xerong MaradoNa
Jumat, 20 Januari 2012 by Yesrahmatulah A Rauf · 1
Minggu, 15 Januari 2012
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua dengan anak satu-satunya
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu sukamencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi
Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi
Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya
Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi
Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”
Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman
Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan
Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya
Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba
Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang
Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah
Tahukah anda apa yang terjadi?
Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng
Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya
Minggu, 15 Januari 2012 by Yesrahmatulah A Rauf · 0
Wanita paruh baya itu berperawakan pendek dan sedikit gemuk. Beberapa helai uban turut menghiasi mahkota kepalanya yang diikat dengan penjepit rambut. Namun raut wajah bulat telur itu seakan tak pernah sekalipun terlihat cemberut. Ia selalu tampak riang, sehingga menyembunyikan parasnya yang jelas telah digurati keriput.Wanita itu memang tidak terlalu rentan, tetapi kekuatan dan kegesitan di masa mudanya niscaya telah direnggut usia. Karenanya, percayakah bahkan dari dirinya pun akan ada sebuah pelajaran tentang makna cinta?
* * *
Selalu…
Sabtu adalah hari yang ditunggu. Hari di mana nafas bisa dihela dengan panjang, dan sejenak mengistirahatkan raga dari rentetan kesibukan yang melelahkan. Saatnya pula untuk menikmati kebersamaan dengan seisi anggota keluarga. Sehingga, berbelanja di sebuah supermarket dekat rumah pun menjadi hiburan yang tak kalah meluahkan kebahagiaan.
Namun sepertinya tidak bagi wanita itu. Bagaikan tak mengenal hari libur, nyaris setiap waktu sosoknya selalu kutemui di sekitar kokusai kouryuu kaikan serta kampus.
Layaknya hari kerja, dikemasnya sampah-sampah yang berserakan serta dipisahkan antara yang terbakar dan tidak. Lantas ditaruhnya pada plastik yang berbeda warna. Sebentar kemudian diambilnya kain untuk mengelap kursi dan meja. Tak lupa, dengan vacuum cleaner dibersihkannya juga permukaan lantai. Setelah selesai ia segera beranjak ke toilet, lalu dengan mengenakan sarung tangan plastik dibersihkannya bekas kotoran manusia tersebut tanpa raut muka jijik.
Ia seperti tak peduli rasa lelah atau letih, walaupun terlihat pakaian seragam cleaning service biru mudanya telah basah bersimbah keringat. Tak juga kepenatan menyurutkan keramahannya untuk bertegur sapa dengan siapa saja saat bertemu muka.
Wanita itu entah siapa namanya. Hanya dengan panggilan obachan ia biasa disapa. Saat bersua denganku, juga selalu disempatkannya bertanya kabar. Bahkan ia pernah bercerita panjang lebar tentang anak-anak serta cucunya karena sering melihatku berjalan-jalan dengan keluarga. Beberapa kali pula saat usai kerja kulihat ia sedang berbelanja, masih lengkap dengan seragam biru mudanya. Lantas ditaruh barang-barang tersebut dikeranjang, dan perlahan dikayuhnya pedal sepeda tua untuk beranjak pulang.
Entahlah, rasanya tak ada perasaan iri dihatinya saat di hari libur ia ternyata harus bekerja, sementara aku justru berleha-leha. Ia bahkan tetap saja semangat bekerja dengan penuh suka cita. Begitu pula dengan obachan dan ojichan lain yang pernah kutemui, mereka selalu asyik menikmati pekerjaannya. Mencabut rumput liar di pekarangan kampus ketika musim panas, menyapu jalanan dari daun yang berserakan pada musim gugur, bahkan dengan bersusah payah turut menyerok tumpukan bongkahan salju di musim dingin.
Terlihat betapa bergairahnya mereka ketika memang waktunya harus bekerja. Gairah dalam bentuk kesungguhan dalam menekuni apapun jenis pekerjaan, yang mungkin tak dipandang orang walau dengan sebelah mata. Karenanya, tak terdengar ngalor-ngidul obrolan hingga jam istirahat tiba untuk sejenak melepaskan lapar dan dahaga. Berselang satu jam kemudian, mereka akan kembali sibuk menekuni pekerjaannya. Senantiasa egitu, dari waktu ke waktu.
Rutinitas mereka mungkin tidaklah istimewa. Bekerja demi memperoleh sedikit nafkah atau sekedar menghabiskan waktu luang, tentu lebih baik dari bermalas-malasan di rumah. Terlebih-lebih itu adalah pekerjaan kasar, bukan kerja kantoran yang menyenangkan dengan penyejuk atau pemanas ruangan.
Lalu mengapa mereka selalu saja bekerja seolah tak pupus oleh lelah? Bahkan bekerja bagaikan sebuah energi yang tak kunjung padam, mengalir dalam pembuluh darah serta menggerakkan jiwa dan raganya.
Sekejap akupun tepekur, kemudian mahsyuk merenung…
Dan kulihat ada gairah membara yang berpendar dari balik kerut-merut kelopak mata tua itu. Seolah sinar matanya menyiratkan pesan agar bekerjalah dengan cinta. Karena bila engkau tiada sanggup, maka tinggalkanlah. Kemudian ambil tempat di depan gapura candi untuk meminta sedekah dari mereka yang bekerja dengan suka cita. (Kahlil Gibran). Wallahu a’lamu bish-shawaab.
-Abu Aufa-
by Yesrahmatulah A Rauf · 0
Langganan:
Komentar (Atom)




