Senin, 20 April 2020

Cahaya dan Alat Optik

Sebelum ke materi kita absen dulu ya!
silahkan klik absen kelasmu dibawah ini!
1. Kelas 8.4 klik https://forms.gle/esZJzKFrakNdqa4g7
2. Kelas 8.5 klik https://forms.gle/L8yKXmB2CRHryn8m6
3. Kelas 8.6 klik https://forms.gle/VmESCVH6znjYGc9X6
terima kasih.


Baiklah kita lanjutkan ke materi sesi 1 (Sifat-sifat Cahaya)


A. Sifat Cahaya dan Proses Pembentukan Bayangan

1. Sifat - sifat Cahaya

Maha Kuasa Tuhan yang telah menciptakan cahaya. Mungkin di antara kamu masih ada yang bertanya-tanya tentang cahaya, karena tidak mengetahui wujud dan tidak dapat memegang cahaya bukan? Cahaya tidak mempunyai wujud, namun cahaya ada di sekitar kamu dan dapat dirasakan keberadaannya. Cara paling mudah untuk merasakan cahaya adalah dengan menyalakan dan memadamkan lampu pada malam hari. Coba rasakan bagaimana pengaruh keberadaan cahaya terhadap proses penglihatan!

Bayangkan jika tidak ada cahaya, kita hanya akan mengalami kegelapan selama kita hidup dan tidak dapat melihat indahnya ciptaan Tuhan. Kita wajib bersyukur kepada Tuhan atas karunia cahaya yang diberikan kepada kita. Mengapa cahaya dapat membantu kita melihat? Bagaimana proses melihat dengan adanya cahaya tersebut? Agar mengetahuinya, ayo kita pelajari materi ini dengan penuh semangat!

Berikut ini saya tampilkan gambar-gambar berkaitan dengan sifat-sifat cahaya.




Tugasmu adalah cari referensi mengenai sifat-sifat cahaya berdasarkan gambar diatas ya, selamat belajar. kerjakan tugas mengenai Cahaya dan Alat Optik Sesi 1 dibawah ini ya.
1. kelas 8.4 klik https://forms.gle/uRrEHHefoEs1JuZN8
2. kelas 8.5 klik https://forms.gle/5YeawkmgmFbYNVef6
3. kelas 8.6 klik https://forms.gle/EztP1JC6U8TkQTSL6

Senin, 20 April 2020 by Yesrahmatulah A Rauf · 0

Lapisan Bumi

Sebelum ke materi kita absen dulu ya!
silahkan klik absen kelasmu dibawah ini!
1. Kelas 8.4 klik https://forms.gle/esZJzKFrakNdqa4g7
2. Kelas 8.5 klik https://forms.gle/L8yKXmB2CRHryn8m6
3. Kelas 8.6 klik https://forms.gle/VmESCVH6znjYGc9X6
terima kasih.

baiklah kita lanjutkan ke materi.

Bumi merupakan planet ketiga dalam sistem galaksi Bima Sakti. Berdasarkan gambar yang diambil dari teleskop Hubble yang diluncurkan (NASA), Bumi memiliki bentuk bulat seperti bola.

Kamu ketahui bahwa telur dan bawang merah tersusun atas berbagai lapisan. Telur memiliki lapisan yang tersusun atas cangkang atau kulit di bagian luar hingga kuning telur di bagian paling dalam. Bawang merah terdiri atas lapisan-lapisan umbi. Bagaimanakah dengan Bumi yang kita tinggali? Apakah juga terdiri atas lapisan-lapisan tertentu?

Hingga saat ini, Bumi merupakan satu-satunya planet dalam galaksi Bima Sakti yang diketahui mampu menunjang kehidupan. Hal ini disebabkan komponen-komponen pendukung kehidupan tersedia di Bumi, mulai dari air, udara, dan tanah yang merupakan tempat tumbuhnya berbagai tanaman untuk mendukung kehidupan, hal ini termasuk berbagai mineral dan hasil tambang yang dapat dieksplorasi. Beberapa mineral seperti emas, besi, batu bara, dan beberapa mineral lain dieksplorasi dengan menggali hingga kedalaman
tertentu. Misalnya, Tambang emas milik PT. Freeport di Papua memiliki kedalaman hingga 1.785 meter. Kedalaman tambang batu bara bervariasi mulai 100-350 meter. Berdasarkan fakta tersebut, kamu dapat mengetahui bahwa pada kedalaman tertentu Bumi memiliki penyusun yang berbeda. Pada bagian dalam Bumi juga tersusun dari sebuah cairan. Untuk mengetahui hal tersebut, amatilah video atau gambar gunung meletus.

Salah satu material yang dimuntahkan saat terjadi letusan gunung berapi
adalah lava, yakni magma dari dalam Bumi yang keluar ke permukaan. Berdasarkan fakta tersebut dapat diketahui bahwa jauh di dalam Bumi juga terdapat cairan berupa magma yang menjadi salah satu penyusun Bumi. Dengan demikian, dapat dijelaskan bahwa Bumi berbentuk bola yang memiliki isi di dalamnya.

Pada kegiatan sebelumnya telah kamu ketahui bahwa telur dan bawang
merah terdiri atas lapisan-lapisan tertentu di dalamnya. Sama halnya
dengan Bumi. Bumi memiliki lapisan lapisan penyusun mulai dari lapisan
paling dalam hingga lapisan terluar. Jika Bumi ini “dibelah”, maka lapisan lapisan penyusun Bumi akan nampak jelas seperti Gambar 5.3.

Pada Gambar 5.3, Bumi tersusun atas lapisan-lapisan yang terdiri atas atmosfer sebagai lapisan terluar, kemudian ada mantel Bumi, inti luar, dan inti dalam. Bentuk dari lapisan tersebut adalah selimut bola sehingga lapisan yang lebih luar menyelimuti lapisan di dalamnya. Secara umum Bumi terdiri atas 3 komponen utama, yakni komponen gas yang disebut atmosfer, komponen padatan yang disebut litosfer, dan komponen air yang disebut hidrosfer. Selain 3 komponen utama tersebut, Bumi juga memiliki komponen lainnya yaitu, Bumi bagian es disebut kriosfer dan bagian Bumi tempat di mana berlangsungnya kehidupan yang dinamakan biosfer.

A. Atmosfer

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, diketahui Bumi adalah satu-satunya planet di Bima Sakti yang menunjang adanya kehidupan. Mengapa demikian? Seperti yang telah kamu pelajari bahwa makhluk hidup aerob memerlukan oksigen dari udara untuk bernapas. Udara adalah komponen pendukung kehidupan yang
sangat penting. Udara di Bumi ini terdapat pada bagian atmosfer.  Atmosfer berasal dari 2 kata yunani, yakni yang berarti uap dan yang berarti lapisan. Jadi, atmosfer adalah lapisan uap yang menyelimuti Bumi.

Atmosfer Bumi terdiri atas campuran dari gas, serta sedikit cairan dan padatan yang menyelimuti Bumi mulai dari permukaan Bumi hingga luar angkasa. Komposisi atmosfer saat ini berbeda dengan komposisi atmosfer pada saat awal tetbentuknya. Atmosfer pada awalnya terbentuk dari letusan gunung berapi yang kaya  nitrogen dan karbon dioksida, akan tetapi sedikit oksigen. Kemudian, organisme fotosintetik mengolah karbon dioksida menjadi oksigen dan melepaskan oksigen tersebut ke atmosfer sebagai hasil pengolahan makanan yang memanfaatkan cahaya Matahari.

Setelah terdapat oksigen di atmosfer, terbentuklah ozon (O3). Ozon memiliki peran yang penting bagi keberlangsungan hidup organisme yang ada di Bumi. Ozon melindungi Bumi dari radiasi Matahari yang sangat berbahaya bagi organisme di Bumi. Ozon juga melindungi tumbuhan hijau, sehingga dapat berkembang dan menghasilkan lebih banyak oksigen. Saat ini, berbagai organisme yang hidup di Bumi sangat bergantung dengan banyaknya oksigen di amosfer. Atmosfer saat ini merupakan campuran dari beberapa gas seperti pada Gambar 5.4. Atmosfer sebagian besar tersusun atas gas nitrogen, yakni sebesar 78%. Oksigen menyusun 21% atas atmosfer. Karbon dioksida, argon, dan beberapa gas lain menyusun sebagian kecil dari atmosfer.

Seiring dengan berjalannya waktu, komposisi atmosfer berubah dalam jumlah yang kecil namun memberi dampak yang besar bagi kehidupan. Misalnya, asap kendaraan, asap pabrik, dan pembakaran bahan bakar
fosil seperti minyak Bumi yang menghasilkan polusi di udara. Polutan (zat pencemar) tersebut akan bereaksi dengan oksigen dan zat kimia lainnya menghasilkan asap. Pembakaran batu bara, minyak Bumi, dan gas alam akan menghasilkan karbon dioksida. Semakin banyak penggunaan bahan bakar fosil akan meningkatkan jumlah karbon dioksida di atmosfer. Selain gas, pada atmosfer Bumi juga terdapat padatan dan zat cair dalam jumlah yang kecil. Salah satu padatan pada atmosfer adalah debu. Partikel debu menjadi bagian atmosfer karena terbawa angin yang berhembus di permukaan Bumi hingga ke udara. Zat cair pada atmosfer yang sering dijumpai adalah sekumpulan tetesan air yang berbentuk awan. Awan terbentuk karena proses penguapan air di permukaan Bumi, kemudian uap air tersebut menyatu menjadi awan.

1. Lapisan Atmosfer

Ketika kamu menyeduh kopi kemudian membiarkannya sesaat, akan menemukan bahwa pada gelas tersebut terdapat 2 lapisan. Pada lapisan atas memiliki warna lebih cerah dibandingkan lapisan bawah. Layaknya secangkir kopi, atmosfer Bumi juga terdiri atas berbagai lapisan. Terdapat 5 lapisan pada atmosfer yang memiliki karakteristik yang berbeda. Berdasarkan pada Gambar 5.5, urutan lapisan atmosfer dari bawah hingga atas adalah troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.

Secara garis besar, atmosfer Bumi terbagi menjadi 2 bagian, yakni bagian bawah dan bagian atas. Bagian bawah terdiri atas troposfer dan stratosfer. Bagian atas terdiri atas mesosfer, termosfer, dan eksosfer.

a. Troposfer

Sebagian besar aktivitas makhluk hidup di Bumi, termasuk manusia yang sedang tidur, belajar, dan bermain berada pada lapisan troposfer. Troposfer merupakan lapisan atmosfer yang berada di bagian paling bawah. Ketinggian troposfer terhitung mulai dari permukaan laut (0 km) hingga 10 km di atas permukaan laut (dpl). Sebagian besar bagian troposfer berbentuk uap air dan 75% terdiri atas gas-gas atmosfer. Troposfer merupakan tempat berlangsungnya sistem Bumi, seperti hujan, angin, salju, dan awan.

b. Stratosfer

Perhatikan pesawat yang melintas di udara. Ketika kamu memerhatikan pesawat yang melintas, pesawat tersebut terlihat terbang di atas awan. Namun sebenarnya, pesawat tersebut berada di lapisan stratosfer. Stratosfer memiliki ketinggian antara 10-50 km dpl. Lapisan stratosfer memiliki sedikit awan, namun tidak
ada aktivitas cuaca, sehingga tidak mengganggu penerbangan. Sebagian besar stratosfer terdiri atas gas ozon
(O3) yang akan lebih dibahas detail di bagian selanjutnya.

c. Mesosfer

Saat melihat fenomena meteor, kamu akan menyaksikan bahwa seolaholah meteor tersebut melintasi Bumi dan kemudian hilang. Namun yang sebenarnya terjadi adalah meteor sedang menuju Bumi. Akan tetapi meteor tersebut terbakar habis di atmosfer. Dengan demikian, terlihat seolah-olah meteor tersebut melintasi Bumi. Lapisan atmosfer yang membakar habis meteor tersebut adalah mesosfer. Lapisan mesosfer terletak pada ketinggian 50-85 km dpl. Lapisan ini menjadi lapisan pelindung Bumi dari benda-benda luar angkasa. Kebanyakan meteor yang menuju Bumi akan terbakar habis di mesosfer.

d. Termosfer

Ketika sebuah pesawat ulang-alik milik NASA bersamaan dengan peluncuran teleskop Hubble, pernahkah terpikirkan dimana teleskop Hubble tersebut berada? Apakah masih di dalam Bumi? Teleskop Hubble milik NASA mengorbit pada lapisan termosfer. Lapisan termosfer memiliki ketinggian antara 85-500 km dpl. Dinamakan termosfer karena suhu yang sangat panas yakni pada lapisan ini mencapai 1.982oC. Selain sebagai tempat mengorbitnya teleskop Hubble dan pesawat ulang-alik, termosfer juga berfungsi sebagai pelindung Bumi dari radiasi ultraviolet.

Pada mesosfer dan termosfer terdapat lapisan yang memiliki partikel ion (bermuatan) yang disebut ionosfer. Ketika kamu mendengarkan radio pada malam hari, siaran radio dari kota lain akan terdengar lebih jelas. Hal ini disebabkan karena adanya lapisan ionosfer. Pada siang hari, energi dari Matahari mengenai partikel pada ionosfer mengakibatkan partikel tersebut menyerap gelombang radio dengan frekuensi AM. Pada malam hari, tanpa energi Matahari, gelombang radio dipantulkan pada ionosfer, sehingga dapat terpancar dengan jarak yang lebih jauh.

e. Eksosfer

Dimanakah satelit tersebut mengorbit? Apakah masih dalam atmosfer Bumi? Satelit-satelit buatan yang mengitari Bumi tersebut masih berada dalam atmosfer Bumi, tepatnya pada lapisan eksosfer. Lapisan eksosfer terdapat pada ketinggian lebih dari 500 km dpl. Kandungan utama dari eksosfer adalah gas hidrogen. Jika kamu pernah melihat video atau film tentang penjelajahan luar angkasa, kamu akan menjumpai bahwa pesawat luar angkasa maupun satelit yang mengorbit di eksosfer tidak dapat bergerak bebas seperti pesawat yang biasa kamu lihat. Hal ini disebabkan eksosfer memiliki sedikit molekul, sehingga gaya tekanan udara sangat rendah, dan mengakibatkan sayap dari pesawat luar angkasa tidak berfungsi. Pergerakan dari satelit atau pesawat luar angkasa tersebut bergantung pada mesin pendorongnya.

bersambung minggu depan.... ( 2. Tekanan Udara...)

untuk penguatan pemahaman kamu mengenai Lapisan Atmosfer silahkan klik
1. kelas 8.4 klik https://forms.gle/TwefdzpCcrNFVoNdA
2. kelas 8.5 klik https://forms.gle/Zs91TjwNXt9UdDHP8
3. kelas 8.6 klik https://forms.gle/kCpnTW26T435TXFcA

by Yesrahmatulah A Rauf · 0

Minggu, 19 April 2020

Komunikasi Daring, Fungsi, Tujuan, Manfaat, Jenis, Komponen

Pengertian Komunikasi Daring

Komunikasi Daring, yang merupakan singkatan dari komunikasi dalam jaringan adalah cara komunikasi yang mana menyampaikan dan menerima pesan yang dilakukan dengan atau melalui jaringan internet. Komunikasi yang terjadi pada dunia semua bisa disebut dengan komunikasi di dunia maya atau juga cyberspace.



Fungsi Komunikasi Daring

Terdapat beberapa fungsi dari komunikasi daring antara lain sebagai berikut: 
  1. Kendali. Mengendalikan dan mengatur sebuah informasi sebagai kewenangan individu atau kelompok 
  2. Motivasi, Komunikasi daring juga dapat mengacu pada pekerjaan dan semangat karyawan terhadap pekerjannya. 
  3. Ekspresi Emosional. Komunikasi daring bisa menjadi perwakilan individu atau kelompok 
  4. Penghemat waktu, komunikasi efisien dilakukan 
  5. Penghemat biaya, dengan harga kuota internet yang lebih murah sangat membantu sekali komunikasi daring berjalan 
  6. Dilakukan dimana saja, ini artinya baik di pagi hari, siang, sore, malam tidak ada masalah jika melakukan komunikasi daring. 
  7. Ilmu teknologi, komunikasi daring bermula dari ilmu pendidikan yang ketika itu dijadikan bahan penelitian. 
  8. Intensitas komunikasi, kemudahan berkomunikasi menjadikan intensitas komunikasi bertambah tanpa adanya batasan. 
  9. Partisipasi, komunikasi daring menjadikan peningkatan partisipasi dalam arti menambah individu atau kelompok dalam proses komunikasi 
  10. Kontrol, proses komunikasi juga bisa diawasi Menteri Komunikasi sebagai badan pengawasan komunikasi dalam negeri. 
  11. Dorongan, misalnya seorang penulis yang terdorong menulis tulisan yang berguna karena mudahnya akses komunikasi13.Penyalur ide, tulisan pada jaringan internet dapat menjadi sumber ide untuk individu yang membacanya. 
  12. Sosialitas, misalnya facebook yang merupakan media komunikasi sosial yang bisa membantu dalam melakukan kegiatan sosial 
  13. Fungsi negara, yakni komunikasi daring membantu pemerintahan dalam penyampaian informasi kepada publik. 
Tujuan Komunikasi Daring

Tujuan dari adanya komunikasi daring adalah sebagai berikut: 
  1. Berbagi sumber daya (resources) 
  2. Media komunikasi 
  3. Integrasi data 
  4. Keamanan data 
  5. Efisiensi waktu 
  6. Efisiensi biaya 
  7. Pengembangan dan pemeliharaan 
  8. Sebagai kontrol 
  9. Menjadikan mudah pengelolaan 
  10. Bisa dikendalikan jarak jauh 
  11. Peningkatan intensitas komunikasi 
  12. Peningkatan partisipasi komunikasi 
  13. Memberikan informasi 
  14. Web browsing 
  15. Manfaat Komunikasi Daring

Manfat dari komunikasi daring adalah:
  1. Menjadi suatu sarana komunikasi 
  2. Menjadi suatu sarana E-Commerce atau perdagangan online 
  3. Menjadi suatu sarana E-Learning atau pembelajaran online 
  4. Menjadi suatu sarana E-Banking atau perbankan online 
  5. Menjadi suatu sarana riset 
  6. Menjadikan mudah peserta didik dan guru dalam melakukan interaksi dan berkomunikasi 
  7. Akses pada informasi yang berada pada tempat yang jauh 
  8. Menjadi suatu media hiburan interaktif 
  9. Jenis Komunikasi Daring

Jenis-jenis atau macam-macam komunikasi daring antara lain yakni:

Komunikasi Daring Sinkron
Komunikasi daring sinkron (bersamaan) merupakan komunikasi memakai komputer sebagai media yang terjadi dengan bersamaan dan waktu yang nyata (real time). Misalnya komunikasi sinkron antara lain: 

Teks Chat
Teks chat yaitu, suatu fitur, program, atau aplikasi dalam jaringan internet untuk berkomunikasi dan bersosialisasi secara langsung dengan sesama pemakai internet yang sedang dalam jaringan. 

Video Chat
Video chat yaitu teknologi untuk menjalankan interaksi audio dan video secara real-time antara pengguna yang berada di lokasi yang berbeda. Video chat dapat dijalankan point-to-point (satu-satu) seperti Skype atau interaksi multipoint (satu ke banyak atau banyak ke banyak) seperti Google+, Hangouts. 

Komunikasi Daring Asinkron
Komunikasi dalam jaringan asinkron (tidak bersamaan) merupakan komunikasi memakai perangkat komputer atau perangkat lain yang dijalankan secara tunda. Seperti suatu forum, email, rekaman simulasi visual, membaca dan menulis dokumen dalam jaringan melalui Word Wide Web (WWW)


Komponen Komunikasi Daring

Terdapat beberapa komponen yang menjadi pendukung suatu komunikasi daring atau komunikasi dalam jaringan, antara lain: 
  1. Perangkat keras atau hardware. Adalah perangkat yang bisa dilihat dan diraba manusia secara langsung, misalnya adalah komputer, headset, dan perangkat pendukung koneksi internet lainnya. 
  2. Perangkat lunak atau software. Adalah program komputer yang mempunyai fungsi melakukan pekerjaan yang diinginkan. Misalnya adalah skype, facebook, dan lain sebagainya. 
  3. Perangkat nalar/akal atau brainware. Adalah manusia yang ikut serta dalam pemakaian dan pengaturan hardware dan software untuk menjalankan komunikasi daring. 

Kelebihan Dan Kekurangan Komunikasi Daring

Kelebihan komunikasi daring antara lain: 
  1. Efisiensi biaya, komunikasi ini tidak harus dilakukan dengan bertatap muka dengan langsung menjadikan komunikasi daring dapat menghemat biaya transportasi. 
  2. Efisiensi waktu, komunikasi ini bisa dilakukan dengan cepat tanpa membuang waktu dengan melakukan perjalanan. 
  3. Terintegrasi dengan layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) lainnya. Bersamaan dengan menjalankan komunikasi dalam jaringan, dapat juga menggunakan layanan TIK lain untuk dukungan pelaksanaan dan kelengkapan komunikasi tersebut. 
  4. Peningkatan intensitas berkomunikasi, komunikasi dalam jaringan internet menjadikan terdorongnya yang terbiasa diam di dunia nyata menjadi aktif berkomunikasi di dunia maya. 
  5. Peningkatan partisipasi, dengan terbukanya jalur komunikasi, maka semakin banyak juga orang yang dpaat berpartisipasi dalam diskusi. 
Kekurangan komunikasi daring antara lain: 
-Memerlukan perangkat khusus. Untuk menjalankan komunikasi diperlukan software dan hardware. 
Tidak mewakili emosi pemakai. Dalam komunikasi ini gerakan tubuh, raut muka, dan intonasi bicara relatif sulit untuk dipahami 
Banyak informasi yang tidak penting, seringkali informasi yang didapat terlalu banyak dan membuat penerima menjadi bingung 
Menyita konsentrasi, menjalankan komunikasi dalam jaringan tidak pada tempat dan waktu yang tepat bisa mengabaikan atau menunda suatu hal yang lain, bahkan dapat membahayakan orang lain ataupun diri sendiri.

Minggu, 19 April 2020 by Yesrahmatulah A Rauf · 0