Senin, 18 Juli 2011
Senin, 18 Juli 2011 by Yesrahmatulah A Rauf · 0
Pola Hidup Hemat Keluarga Muslim
Oleh : Ust Surya
Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS 17:27)
Allah tidak melarang hamba-Nya memperbanyak harta di dunia inin. Namun sebagai seorang muslim harus ingat bahwa segala fasilitas yang kita nikmati di dunia ini sebenarnya sebagai bekal mengarungi kehidupan panjang di akherat dan sarana mecari keridhoan Allah semata. Sebagaimana firman Allah:
dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS 28:77)
Islam tidak membatasi jumlah maksimal harta yang boleh dimiliki setiap orang, namun batasan cara memperoleh dan memanfaatkan harta tersebut. Islam mengajarkan bahwa harta yang kita peroleh bukanlah semata-mata karena kerja keras, kepandaian, atau keuletan kita. Semua itu hanya merupakan kondisi yang dapat mendatangkan rizki. Harta yang kita peroleh adalah merupakan rizki yang Allah berikan kepada kita. Dengan demikian dalam harta kita terdapat hak-hak Allah yang harus dipenuhi oleh setiap kaum muslimin. Disana ada infaq, zakat mal, shodaqah dan lain-lainnya yang harus ditunaikan.
Setiap harta yang kita keluarkan, dari sebagian harta yang dimiliki, untuk jalan Allah pada dasarnya bukan untuk mengurangi harta melainkan pensucian harta dari hak Allah. Harta yang diamanatkan Allah kepada kita membawa konsekuensi yang berat di dunia dan di akherat. Pengelolaan dan pengaturan penggunaan harta sangat tergantung pada kemampuan menagerial dari semua anggota keluarga. Seorang suami berkewajiban mengatur sirkulasi harta secara keseluruhan. Sedang istri bertanggung jawab dalam pengaturan sirkulasi anggaran untuk urusan rumah tangganya dengan baik. Begitu juga anggota keluarga lain bertanggung jawab dengan pemanfaatan harta yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya.
Hidup hemat menjadi keharusan semua keluarga muslim karena Islam sangat menganjurkan pola hidup hemat dan sederhana. Beberapa kendala yang mungkin dihadapi oleh kebanyakan masyarakat adalah peningkatan anggaran rumah tangga akibat harga kebutuhan pokok yang selalu naik tidak seimbang dengan kenaikan pendapatan (income). Hal ini perlu disikapi dengan positif yaitu dengan melakukan usaha-usaha yang lebih meningkatkan pendapatan dan melakukan pengendalian pengeluaran, terutama pengeluaran yang tidak penting.
Kita dituntut untuk pandai mengatur strategi agar kebutuhan rumah tangga sesuai dengan anggaran yang disediakan. Kita dapat mencoba strategi alokasi anggaran bulana sesuai dengan besar pendapatan yang kita peroleh dengan rumus 30 : 20 : 30 : 20.
Ø 30% anggaran untuk operasional kebutuhan sehari-hari, misalnya anggaran zakat mal, infaq, belanja, dan lain-lain.
Ø 20% anggaran dapat disimpan untuk investasi, tabungan untuk menambah penghasilan yang dapat digunakan untuk perencanaan jangka panjang, misalnya: membeli rumah, kendaraan pribadi atau kebutuhan sekolah anak masa depan.
Ø 30% anggaran maksimal dialokasikan untuk kebutuhan sewa rumah atau kost.
Ø 20% anggaran dialokasikan untuk kebutuhan ekstra seperti beli baju atau kebutuhan lain, acara syukuran, undangan walimah, acara silaturrahim, rekreasi, atau yang lainnya.
Dengan memperhatikan dan berlatih berdisiplin mengalokasikan anggaran dengan tepat insyaAllah kita akan terjaga dari pemanfaatan harta yang tidak tepat dan berlebihan. Disisi lain kita mempunyai lebih banyak kesempatan beramal sholeh untuk menambah keberkahan harta kita. Sebagaimana firman Allah berikut:
dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS 25: 67)
Selain itu sebagai muslim berkewajiban selalu mejamin kepastian segala kebutuhan hidp dan makanan dengan barang yang halal. Makanan yang halal akan diolah menjadi daging dalam tubuh. Makanan yang halal akan menghasilkan tubuh yang penuh berkah dan sebaliknya makanan yang haram akan menghasilkan tubuh yang tidak berkah. Setiap keluarga harus selalu berhati-hati dalam mencari nafkah. Tiga pertanyaan yang harus selalu diajukan untuk menguji kehalalan harta yaitu: dari mana harta dieroleh? Untuk apa digunakan? Dan bagaimana menggunakannya? Ketiga pertanyaan ini dapat dijadikan standar ukuran dalam mencari nafkah yang halal. Dalam pengeluaran harta seorang istri merupakan manager bagi keluarganya. Salah satu faktor berhasilnya pengelolaan keuangan keluarga adalah dukungan dan kecerdasan serta kesabaran seorang istri dalam mengelola keuangan. Beberapa contoh praktis dalam penggunaan keuangan.
Ø Membeli pakaian lebih kepada kualitas yang cukup baik tapi harga memadai, karena yang akan kita pakai bukan merknya tapi kenyamanan dan menjaga aurat sesuai syari’at, ini bisa dilakukan dengan cara membuat baju sendiri ataupun dijahitkan ke penjahit yang sederhana harganya atau membeli dengan harga yang sesuai dengan anggaran.
Ø Tidak membiasakan anggota keluarga mengkonsumsi makanan dan minuman yang khusus seperti minum harus air mineral, sarapan pagi harus sereal ditambah susu dll. Sementara itu bisa diganti dengan makanan lain yang lebih murah harganya dan tetap sehat.
Ø Tetap hemat dalam menggunakan hari libur bersama keluarga. Tidak membiasakan hidup boros dengan selalu berekreasi setiap pekan, tetapi menggunakan akhir pekan kita untuk berkumpul degan keluarga untuk meningkatkan kualitas ibadah, misalnya tausyah keluarga, bercengkrama dengan keluarga agar kedekatan keluarga lebih harmonis adapun kebutuhan rekreasi ini bisa dilakukan pada momen tertentu saja misalnya hari raya, atau liburan panjang anak sekolah.
Hal yang harus dipertimbangkan dalam menyusun anggaran pola hidup hemat keluarga muslim:
Ø Mengetahui dengan teliti setiap kebutuhan semua anggota keluarga dan menentukan prioritasnya.
Ø Memperkirakan rata-rata penghasilan rumah tangga selama periode waktu tertentu (bila penghasilan cemderung tidak tetap maka pos cadangan tabungan diperbesar)
Ø Selaraskan kebutuhan keluarga dengan penghasilan.
Demikianlah beberapa kiat dalam mengelola keuangan keluarga yang hemat namun tetap memenuhi kebutuhan, semoga dapat dijadikan kebutuhan menjadi salah satu sarana untuk mencapai pemeliharaan aqidah dan misi da’wah. Bagi seorang mukmin, harta bisa dimiliki tapi tidak memiliki, boleh dikuasai tapi tidak mendominasi. Ia mnegumpulkannya di tangan tapi tidak menyimpannya di dalam hati. Harta baginya sekedar sarana, bukan tujuan sebagaimana halnya beribadah kepada Allah.
ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS.57:20)
by Yesrahmatulah A Rauf · 0
Di usia batita, konsep waktu dapat dikenalkan berdasarkan situasi pagi, siang, sore, dan malam hari. Pengetahuan ini bisa di gunakan untuk menerapkan disiplin waktu pada anak. Memang baru sebatas inilah perbedaan waktu yang dikenalkan anak batita, yaitu siang (ditandai dengan suasana terang oleh cahaya matahari) dan malam (ketika matahari tak lagi terlihat dan hari menjadi gelap)
Sesuai dengan tahapan usia batita, yaitu berada dalam tahap praoperasional, si kecil baru mampu memahami hal-hal yang sifatnya konkret dan sederhana. Sementara konsep waktu seperti jam, hari, bulan dan tahun merupakan informasi yang bersifat abstrak baginya.
Konsep waktu yang konkret hanyalah siang dan malam karena si batita bisa dengan jelas melihat perbedaanya (terang dan gelap)
Rutinitas dan disiplin
Meski baru mengenal siang dan malam, konsep waktu yang di kenal anak batita dapat di gunakan sebagai sarana untuk mengajarinya disiplin waktu.
Ketika hari sudah gelap, sementara si batita belum mengerti perbedaan waktu yang ditandai dengan jam, penanda waktu yang lebih konkret tentu saja boleh digunakan.
Kiat mudah mengajar
Sebetulnya mengajarkan konsep waktu pada batita dapat dilakukan dengan cara yang mudah. Yang penting adalah menggunakan informasi yang mudah diterima anak. Umumnya, anak baru sebatas mengenal pagi-siang-sore- dan malam. Nama-nama hari mungkin saja hapal, tapi anak belum memahami bagaimana hari bisa berganti. Oleh sebab itu yang dapat diajarkan barulah menggunakan konsep waktu berdasarkan pagi, siang, dan sore.
Usahakan informasi yang diperoleh anak bisa ditangkap oleh inderanya
Anak batita belajar sesuatu melalui kemampuan sensori motoriknya atau inderanya. Jadi buatlah pengenalan waktu lewat sesuatu yang nyata bagi anak dan mudah dipahami. Contoh, identifikasikan waktu pagi, siang, sore dan malam dengan sesuatu yang menjadi ciri khasnya. Misalnya, kegiatan motorik di waktu pagi yaitu bagun tidur, jalan-jalan pagi, sarapan, siap-siap ke sekolah dan sebagainya. Sedangkan siang hari ketika ia harus makan buah, makan siang, kemudian tidur siang. Sore hari ditandai dengan kegiatan bermain di luar rumah, main sepeda ke taman, mandi, lalu makan.
Semua ciri yang mengidentifikasi waktu tersebut harus dapat dilakukan dan dilihat oleh anak.
Gunakan gambar
Orang tua bisa membuat jam dinding kreatif dari gambar-gambar yang menunjukkan aktifitas anak yang di temple di posisi jam tertentu. Meski anak belum paham makna angka yang tertera, jika dilakukan secara konsisiten anak akan paham adanya pergeseran waktu yang ditunjukkan oleh jarum jam. Lama-kelamaan, ia akan terbiasa membaca waktu dengan pertolongan jam. Meski anak belum paham makna angka yang tertera, jika dilakukan secara konsisten anak akan paham adanya pergeseran waktu yang ditunjukkan oleh jarum jam. Lama-kelamaan, ia akan terbiasa membaca waktu dengan pertolongan jam.
Caranya menyenangkan
Apapun cara pembelajaran mengenai konsep waktu ini, Lakukan dengan cara yang menyenangkan bagi anak. Hanya dalam rasa senanglah anak dapat menangkap dan mengendapkan informasi serta stimulasi yang diberikan.
Manfaatkan pula ajang pembelajaran ini untuk mengenalkan hal lainnya kepada si batita. Bisa pengenalan angka atau lambang bilangan, pengenalan nama benda-benda angkasa, pengetahuan tentang hewan-hewan yang aktif di pagi, siang, atau malam hari, pengenalan warna dan sebagainya. Konsep waktu yang abstrak seperti nama-nama hari pun bisa dikenalkan lewat lagu atau kosakata yang dipakai sehari-hari agar telinga si kecil terbiasa mendengarnya, sehingga lambat laun ia dapat mengantikannya dengan pergantian waktu.
by Yesrahmatulah A Rauf · 0



