Senin, 18 Juli 2011

Menerapkan dan Membiasakan Disiplin Waktu Bagi Anak

Di usia batita, konsep waktu dapat dikenalkan berdasarkan situasi pagi, siang, sore, dan malam hari. Pengetahuan ini bisa di gunakan untuk menerapkan disiplin waktu pada anak. Memang baru sebatas inilah perbedaan waktu yang dikenalkan anak batita, yaitu siang (ditandai dengan suasana terang oleh cahaya matahari) dan malam (ketika matahari tak lagi terlihat dan hari menjadi gelap)


Sesuai dengan tahapan usia batita, yaitu berada dalam tahap praoperasional, si kecil baru mampu memahami hal-hal yang sifatnya konkret dan sederhana. Sementara konsep waktu seperti jam, hari, bulan dan tahun merupakan informasi yang bersifat abstrak baginya.


Konsep waktu yang konkret hanyalah siang dan malam karena si batita bisa dengan jelas melihat perbedaanya (terang dan gelap)


Rutinitas dan disiplin


Meski baru mengenal siang dan malam, konsep waktu yang di kenal anak batita dapat di gunakan sebagai sarana untuk mengajarinya disiplin waktu.


Ketika hari sudah gelap, sementara si batita belum mengerti perbedaan waktu yang ditandai dengan jam, penanda waktu yang lebih konkret tentu saja boleh digunakan.


Kiat mudah mengajar


Sebetulnya mengajarkan konsep waktu pada batita dapat dilakukan dengan cara yang mudah. Yang penting adalah menggunakan informasi yang mudah diterima anak. Umumnya, anak baru sebatas mengenal pagi-siang-sore- dan malam. Nama-nama hari mungkin saja hapal, tapi anak belum memahami bagaimana hari bisa berganti. Oleh sebab itu yang dapat diajarkan barulah menggunakan konsep waktu berdasarkan pagi, siang, dan sore.


Usahakan informasi yang diperoleh anak bisa ditangkap oleh inderanya


Anak batita belajar sesuatu melalui kemampuan sensori motoriknya atau inderanya. Jadi buatlah pengenalan waktu lewat sesuatu yang nyata bagi anak dan mudah dipahami. Contoh, identifikasikan waktu pagi, siang, sore dan malam dengan sesuatu yang menjadi ciri khasnya. Misalnya, kegiatan motorik di waktu pagi yaitu bagun tidur, jalan-jalan pagi, sarapan, siap-siap ke sekolah dan sebagainya. Sedangkan siang hari ketika ia harus makan buah, makan siang, kemudian tidur siang. Sore hari ditandai dengan kegiatan bermain di luar rumah, main sepeda ke taman, mandi, lalu makan.


Semua ciri yang mengidentifikasi waktu tersebut harus dapat dilakukan dan dilihat oleh anak.


Gunakan gambar


Orang tua bisa membuat jam dinding kreatif dari gambar-gambar yang menunjukkan aktifitas anak yang di temple di posisi jam tertentu. Meski anak belum paham makna angka yang tertera, jika dilakukan secara konsisiten anak akan paham adanya pergeseran waktu yang ditunjukkan oleh jarum jam. Lama-kelamaan, ia akan terbiasa membaca waktu dengan pertolongan jam. Meski anak belum paham makna angka yang tertera, jika dilakukan secara konsisten anak akan paham adanya pergeseran waktu yang ditunjukkan oleh jarum jam. Lama-kelamaan, ia akan terbiasa membaca waktu dengan pertolongan jam.


Caranya menyenangkan


Apapun cara pembelajaran mengenai konsep waktu ini, Lakukan dengan cara yang menyenangkan bagi anak. Hanya dalam rasa senanglah anak dapat menangkap dan mengendapkan informasi serta stimulasi yang diberikan.


Manfaatkan pula ajang pembelajaran ini untuk mengenalkan hal lainnya kepada si batita. Bisa pengenalan angka atau lambang bilangan, pengenalan nama benda-benda angkasa, pengetahuan tentang hewan-hewan yang aktif di pagi, siang, atau malam hari, pengenalan warna dan sebagainya. Konsep waktu yang abstrak seperti nama-nama hari pun bisa dikenalkan lewat lagu atau kosakata yang dipakai sehari-hari agar telinga si kecil terbiasa mendengarnya, sehingga lambat laun ia dapat mengantikannya dengan pergantian waktu.



Disiplin bisa berarti tertib dan sesuai dengan aturan. Disiplin juga dapat menjadi kunci keberhasilan seseorang. Sebelum kita mengajarkan disiplin pada anak hendaknya kita refleksi dulu, apakah kita sudah termasuk orang yang disiplin?


Jika kita sudah terbiasa disiplin dan tertib, maka mari kita tanamkan pada putra-putri kita cara di bawah ini:


1. Beritahukan kebiasaan baik dan buruk
2. Katakan "TIDAK" pada kebiasaan buruknya
3. Ajak bicara 4 mata
4. Ada reward dan punishment
5. Semua anggota keluarga HARUS disiplin juga,


Semoga dengan tips singkat yang dikutip dari majalah  "BOBO" ini, dapat membantu kita selaku orang tua untuk mendisiplinkan anak-anak kita dan diri kita sendiri agar bisa dijadikan contoh yang baik bagi mereka.

0 Tanggapan di “Menerapkan dan Membiasakan Disiplin Waktu Bagi Anak”

Posting Komentar