Selasa, 06 April 2021
Selasa, 06 April 2021 by Yesrahmatulah A Rauf · 0
Jumat, 26 Maret 2021
KONEKSI ANTAR MATERI
Keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemban salah
satu tugas tersulit, yaitu mengambil suatu keputusan yang efektif. Membahas
secara mendalam, baik itu berupa refleksi pribadi ataupun mengkritisi suatu
pengambilan keputusan atau membuat suatu keputusan yang kreatif. Kegiatan-kegiatan
ini pun tentu bisa berupa tugas mandiri atau tugas kelompok, selanjutnya Anda
akan diminta untuk mempraktikkan aspek-aspek apa saja perlu dilakukan atau
diperhatikan sebelum dan sesudah pengambilan suatu keputusan dibuat.
Pada modul ini, kami akan menyertakan banyak studi
kasus yang memiliki unsur dilema etika. Apakah itu dilema etika? Apakah
perbedaannya dengan bujukan moral, dan bagaimana mengenali di antara keduanya?
Anda juga akan diajak untuk memutuskan berbagai studi kasus dilema etika berdasarkan
4 (empat) paradigma serta mendalami kecenderungan nilai-nilai atau
prinsip-prinsip yang melandasi cara berpikir Anda selama ini, yang berakibat
kepada pengambilan keputusan yang Anda tentukan. Prinsip-prinsip apa yang
selama ini Anda anut, dalam pengambilan suatu keputusan? Setelah pengambilan
keputusan diambil perlukan kita menganalisis kembali keputusan-keputusan kita,
untuk apa? Bagaimana menguji pengambilan keputusan kita sendiri, apakah
keputusan tersebut sudah efektif atau tepat sasaran? Pada akhirnya, kami
harapkan Anda akan menikmati proses perjalanan pembelajaran Anda. Kami harapkan
proses pembelajaran ini dapat mengantarkan Anda menjadi seorang pemimpin
pembelajaran yang lebih baik, berkualitas dan mandiri. Semoga waktu yang telah
Anda sisihkan ini bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan tentunya ilmu
yang Anda dapatkan pada program pendidikan guru penggerak ini kelak bermanfaat
untuk diri Anda sendiri dan tentu untuk lingkungan Anda. ‘Janganlah berjuang
untuk menjadi orang yang sukses, namun berjuanglah untuk menjadi orang yang
bermanfaat’ (Albert Einstein)
Secara umum ada 9 langkah dalam pengambilan keputusan,
yaitu:
Langkah 1.
Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.
Ada 2 alasan mengapa langkah ini adalah langkah yang penting dalam
pengujian keputusan. Alasan yang pertama, langkah ini mengharuskan kita untuk
mengidentifikasi masalah yang perlu diperhatikan, alih-alih langsung mengambil
keputusan tanpa menilainya dengan lebih saksama. Alasan yang kedua adalah
karena langkah ini akan membuat kita menyaring masalah yang betul-betul
berhubungan dengan aspek moral, bukan masalah yang berhubungan dengan sopan
santun dan norma sosial. Untuk mengenali hal ini bukanlah hal yang mudah. Kalau
kita terlalu berlebihan dalam menerapkan langkah ini, dapat membuat kita
menjadi orang yang terlalu mendewakan aspek moral, sehingga kita akan
mempermasalahkan setiap kesalahan yang paling kecil pun. Sebaliknya bila kita
terlalu permisif, maka kita bisa menjadi apatis dan tidak bisa mengenali
aspek-aspek permasalahan etika lagi.
Langkah 2.
Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.
Bila kita telah mengenali bahwa ada masalah moral di situasi tertentu.
Pertanyaannya adalah dilema siapakah ini? Hal yang seharusnya membedakan
bukanlah pertanyaan apakah ini dilema saya atau bukan. Karena dalam hubungannya
dengan permasalahan moral, kita semua seharusnya merasa terpanggil.
Langkah 3
Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.
Pengambilan keputusan yang baik membutuhkan data yang lengkap dan detail,
seperti misalnya apa yang terjadi di awal situasi tersebut, bagaimana hal itu
terkuak, dan apa yang akhirnya terjadi, siapa berkata apa pada siapa, kapan
mereka mengatakannya. Data-data tersebut penting untuk kita ketahui
karena dilema etika tidak menyangkut hal-hal yang bersifat teori, namun ada
faktor-faktor pendorong dan penarik yang nyata di mana data yang mendetail akan
bisa menggambarkan alasan seseorang melakukan sesuatu dan kepribadian seseorang
akan tercermin dalam situasi tersebut. Hal yang juga penting di sini adalah
analisis terhadap hal-hal apa saja yang potensial akan terjadi di waktu yang
akan datang.
Pengujian benar atau salah
o
Uji Legal
Pertanyaan yang harus diajukan disini adalah apakah dilema etika itu
menyangkut aspek pelanggaran hukum. Bila jawabannya adalah iya, maka pilihan
yang ada bukanlah antara benar lawan benar, namun antara benar lawan salah.
Pilihannya menjadi membuat keputusan yang mematuhi hukum atau tidak, bukannya
keputusan yang berhubungan dengan moral.
o
Uji Regulasi/Standar Profesional
Bila dilema etika tidak memiliki aspek pelanggaran hukum di dalamnya,
mungkin ada pelanggaran peraturan atau kode etik. Konflik yang terjadi pada
seorang wartawan yang harus melindungi sumber beritanya, seorang agen
real estate yang tahu bahwa seorang calon pembeli potensial sebelumnya telah
dihubungi oleh koleganya? Anda tidak bisa dihukum karena melanggar kode etik
profesi Anda, tapi Anda akan kehilangan respek sehubungan dengan profesi Anda.
Langkah 5
Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.
Dari keempat paradigma berikut ini, paradigma mana yang terjadi di situasi
ini?
·
Individu lawan masyarakat (individual vs
community)
·
Rasa keadilan lawan rasa kasihan
(justice vs mercy)
·
Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs
loyalty)
·
Jangka pendek lawan jangka panjang
(short term vs long term)
Langkah 6
Melakukan Prinsip Resolusi
Dari 3 prinsip penyelesaian dilema, mana yang akan dipakai?
o
Berpikir Berbasis Hasil Akhir
(Ends-BasedThinking)
o
Berpikir Berbasis Peraturan
(Rule-BasedThinking)
o
Berpikir Berbasis Rasa Peduli
(Care-BasedThinking)
Langkah 7
o
Investigasi
Opsi Trilema
o
Mencari opsi yang ada di antara 2 opsi.
Apakah ada cara untuk berkompromi dalam situasi ini. Terkadang akan muncul
sebuah penyelesaian yang kreatif dan tidak terpikir sebelumnya yang bisa saja muncul
di tengah-tengah kebingungan menyelesaikan masalah
Langkah ke 8
Buat Keputusan
o
Akhirnya kita akan sampai pada titik di
mana kita harus membuat keputusan yang membutuhkan keberanian secara moral
untuk melakukannya.
Langkah 9
o
Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan
Ketika keputusan sudah diambil. Lihat kembali proses
pengambilan keputusan dan ambil pelajarannya untuk dijadikan acuan bagi
kasus-kasus selanjutnya.
Secara umum ada pola, model, atau paradigma yang
terjadi pada situasi dilema etika yang bisa
dikategorikan seperti di bawah ini:
1. Individu lawan masyarakat (individual vs community)
2. Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
3. Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
4. Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
Nilai-nilai atau prinsip-prinsip inilah yang mendasari pemikiran seseorang
dalam mengambil suatu
keputusan yang mengandung unsur dilema etika. Silakan Anda membaca 3 (tiga)
pernyataan di
bawah ini:
1. Melakukan, demi kebaikan orang banyak.
2. Menjunjung tinggi prinsip-prinsip/nilai-nilai dalam diri Anda.
3. Melakukan apa yang Anda harapkan orang lain akan lakukan kepada diri
Anda.
Prinsip ini yang seringkali membantu dalam menghadapi pilihan-pilihan yang
penuh tantangan, yang
harus dihadapi pada dunia saat ini. (Kidder, 2009, hal 144). Ketiga prinsip
tersebut adalah:
1. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
2. Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
3. Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
Sumber: MODUL 3.1 Program Guru Penggerak 2021
Jumat, 26 Maret 2021 by Yesrahmatulah A Rauf · 0




